Masjid ITB Jatinangor, Bersahaja dalam Kesederhanaan

“Puji dan syukur kepada Allah SWT atas karunia-Nya yang telah memberikan kami kesempatan lewat sebuah proses yang begitu bermakna. Sebuah pencapaian yang telah didapat dalam perjalanan ini merupakan bentuk lain dari curahan pikiran yang kami lakukan untuk sekedar bisa memberikan makna mendalam dari sebuah tempat yang penting untuk aktifitas spiritual. Melalui proses ini, kami banyak belajar banyak hal baik baik yang bersifat arsitektural maupun non-arsitektural. Pengalaman ini menggiring kami pada sebuah jalan yang tak pernah kami pikirkan sebelumnya. Banyak keterbatasan saat proses perjalanan desainnya. Namun Allah SWT rupanya memberikan hikmah yang begitu besar dari langkah-langkah yang kami lakukan”.

Sebuah Pengalaman Spiritual

Lewat tulisan ini kami mencoba berbagi cerita dan pengalaman kami. Tulisan yang sempat tertunda begitu lama.   Sekumpulan Ingatan. Proses desain yang dilakukan bisa dibilang melibatkan ingatan-ingatan dan intepretasi pribadi kami terhadap sebuah masjid. Masjid bukanlah sekedar tempat untuk beribadah semata, namun masjid memiliki makna penting di dalam setiap jiwa-jiwa manusia yang berada di sana, lebih jauh lagi masjid memiliki ruh. Pencapaian makna tentang kontemplasi tidak berhenti pada kegiatan ibadah semata, kami mencoba memulai menangkap makna sebuah masjid berangkat dari sebuah kesederhanaan. Kesederhanaan yang dihadirkan merupakan bentuk representatif dari makna pencapaian spiritual. Untuk mencapai ke-khusyuk-an dari ibadah manusia perlu meninggalkan sejenak urusan duniawinya sesaat. Bagi kami tampilan masjid merupakan bentuk dari ruh yang ada di dalamnya Masjid ITB Jatinangor ini didesain dengan berlandaskan prinsip kesederhanaan baik secara ekspresi bentuk maupun material. Proporsi dan skala juga disesuaikan dengan skala pandang manusia. Masjid ini didesain dengan mengambil bahasa bentuk dari masjid yang telah ada di lingkungan kampus sebelumnya, yaitu Masjid Salman. Menurut pendapat kami, Masjid Salman menjadi simbol penting bagi masyarakat kampus ITB hingga saat ini. Keberadaannya menjadi sebuah simbol syi’ar Islam di ITB telah menjadi bagian penting dari masyarakat ITB pada umumnya.

Berbekal pengalaman spasial yang kami miliki, kami memulai pendekatan desain dari Masjid ITB Jatinangor ini dengan konsep ‘Kontemplasi Masjid Salman’. Menghadirkan jiwa Masjid Salman di tempat lain tentunya tidak semudah yang dibayangkan, hal tersebut yang menjadi constrain kami dalam mendesain. Kami ‘meminjam’ beberapa filosofi bentuk Salman yang sudah ada karyadari Pak Noe’man, Sang Maestro Masjid Indonesia.

Kami ingin menghadirkan nafas Salman di Masjid ITB Jatinangor ini, bukan membuat Masjid yang seolah-olah menandingi Salman yang sudah ada di kampus ITB Ganesha. Bagaimanapun juga, menurut hemat kami, keberadaan Salman di ITB Ganesha tidak dapat dipisahkan bagi masyarakat ITB yang khususnya beragama Islam. Cita-cita besar kami adalah menghadirkan nafas-nafas Salman di kampus-kampus ITB lainnya tanpa harus bersikap naif ataupun pragmatis dalam mendesain.

Perspektif Eksterior Pintu Masuk Utama Copyright © 2012 Fajar Ikhwan Harnomo & Johan Baskara.

Perspektif Eksterior Pintu Masuk Utama
Copyright © 2012 Fajar Ikhwan Harnomo & Johan Baskara.

Interior Ruang Shalat Utama dan Mihrab Copyright © 2012 Fajar Ikhwan Harnomo & Johan Baskara.

Interior Ruang Shalat Utama dan Mihrab
Copyright © 2012 Fajar Ikhwan Harnomo & Johan Baskara.

Interior Area Shalat Mezzanine Copyright © 2012 Fajar Ikhwan Harnomo & Johan Baskara.

Interior Area Shalat Mezzanine
Copyright © 2012 Fajar Ikhwan Harnomo & Johan Baskara.

Ornamental dan Filosofis

Desain Masjid ITB Jatinangor ini tidak lepas dari nilai-nilai filosofis yang dibangun baik secara visual maupun rasa. Geometri-geometri Islam telah berkembang dalam transformasi bentuk yang sangat banyak. Kami mencoba untuk merepresentasikan nilai-nilai Islam yang mampu diterjemahkan oleh masyarakat umum lewat sebuah sentuhan desain yang ‘jujur’ dan ‘sederhana’.

Kesederhanaan bagi kami adalah sebuah hal yang penting dalam sebuah rumah ibadah. Kesederhanaan yang dimaksud bukanlah secara harfiah yang diartikan sebagai apa adanya semata, namun jauh dari itu kesederhanaan melibatkan makna reigius. Kesederhanaan dalam beribadah dapat diintepretasikan kepada aspek ‘Tawadhu’ seseorang terhadap Tuhannya, saat orang mampu menanggalkan hal-hal duniawi dalam ibadah shalatnya maka ke-khusyuk-an akan muncul dengan rasa yang jauh lebih dapat dimaknai secara pribadi. Di situlah makna kesederhanaan yang kami maksud agar dapat memberikan nilai pengalaman spasial bagi tiap penggunanya.

Kufi/Kufic. Sebagai salah satu jenis kaligrafi tertua (http://en.wikipedia.org/wiki/Kufic) yang kami pergunakan dalam aspek desain. Kufi kami pilih karena sangat sesuai dengan filosofi ‘simplicity’ yang kami hadirkan dalam desain. Jenis Kufi memiliki bentuk geometri yang sederhana berbentuk square / rectangular style.

Ornamen Kaligrafi pada Jendela Masjid Copyright © 2012 Fajar Ikhwan Harnomo & Johan Baskara.

Ornamen Kaligrafi pada Jendela Masjid
Copyright © 2012 Fajar Ikhwan Harnomo & Johan Baskara.

Simbol-simbol Islam yang bersifat ornamental kami coba untuk kemas secara sederhana dan sebisa mungkin tidak mengurangi esensi sebagai rumah ibadah yang suci. Pemilihan material yang diekspos secara natural dimaksudkan untuk menambah kesan ‘natural’ pada masjid, sehingga diharapkan memberikan pengalaman spasial dari pendekatan material bangunan.

Aspek teknis lainnya, yaitu kami memperhatikan pengkondisiian udara secara alami dengan ventilasi-ventilasi udara yang sengaja diberikan agar tidak menggunakan AC. Salah satu pemanfaatan ventilasi udara diletakkan pada bagian kantilever masjid, dengan demikian udara akan dapat mengalir ke dalam interior masjid.

209-1

Ilustrasi Pemanfataan Kantilever sebagai Ventilasi untuk Sirkulasi Udara Copyright © 2012 Fajar Ikhwan Harnomo & Johan Baskara.

Ventilasi Udara Pada Bagian Kantilever Teras Masjid Copyright © 2012 Fajar Ikhwan Harnomo & Johan Baskara.

Ventilasi Udara Pada Bagian Kantilever Teras Masjid
Copyright © 2012 Fajar Ikhwan Harnomo & Johan Baskara.

Selain itu, skala dan proporsi Masjid yang di desain juga sangat kami perhatikan baik dari bangunan utama, landscape, hingga menara masjid yang dipasang di kawasan. Hal yang menarik dari menara masjid ini adalah dalam TOR  panitia sayembara yang kami dapat diminta untuk membuat 40 Meter, namun kami memutuskan untuk sedikit ‘nekat’ dengan memodifikasi tinggi menara menjadi 27 Meter agar proporsi dan skala antara masjid, landscape, dan menara tidak saling berbenturan atau menghilangkan satu sama lain. Bagi kami sangat penting untuk menjaga keseimbangan desain dari berbagai aspek.

Membangun Langkah-langkah Besar

Pencapaian yang telah diraih tidak hanya memberikan makna mendalam pada pemikiran kami dalam membuahkan karya arsitektural semata, namun jauh di dalam sebuah paradigma mengenai desain, kami melihat dan memaknai setiap proses yang dilakukan merupakan bagian kecil dari perjalanan panjang kami untuk bisa memberikan manfaat bagi orang-orang. Keberhasilan yang telah dicapai bukanlah sebuah titik akhir dari perjalanan desain kami, melainkan bagian dari titik-titik singgah sebagai ukuran penilaian terhadap diri sendiri.

Perspektif Eksterior dari Pedestrian Copyright © 2012 Fajar Ikhwan Harnomo & Johan Baskara.

Perspektif Eksterior dari Pedestrian
Copyright © 2012 Fajar Ikhwan Harnomo & Johan Baskara.

Banyak hal yang harus terus diperbaiki, banyak makna yang terus kami gali. Perbedaan representasi dan sosok masjid yang ada kini memang terlihat jauh dari bentuk yang dihadirkan dalam desain kami. Memberikan pertanyaan banyak dalam benak kami sendiri terhadap sosok masjid yang kini hadir. Namun kita juga mesti memahami batasan dan intervensi dalam menjaga desain masjid yang telah yang ada. Jauh dari ranah kritik kami terhadap desain yang diwujudkan saat ini, kami berharap semoga masjid yang kini telah mencapai tahap proses pembangunan bagian akhir, dapat memberikan manfaat bagi orang banyak kelak.

Kini Masjid ITB Jatinangor telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat Bapak Ahmad Heryawan dan Rektor ITB (saat ini mantan Rektor ITB), Bapak Akhmaloka dengan diberi nama Al-Jabbar, sebuah nama agung yang memiliki tiga makna, yaitu Al-Jabbar sebagai makna dari Asmaul Husna yang berarti Maha Perkasa, Aljabar lainnya adalah makna dari cabang matematika, yang terakhir adalah adalah AlJabar yang dapat dikatakan sebagai “Masjid Jawa Barat”.

Peresmian Masjid ITB Jatinangor (Al-Jabbar) oleh Rektor ITB dan Gubernur Jawa Barat Copyright © 2012 Fajar Ikhwan Harnomo

Peresmian Masjid ITB Jatinangor (Al-Jabbar) oleh Rektor ITB dan Gubernur Jawa Barat 19 Januari 2015 Kemarin Copyright © 2012 Fajar Ikhwan Harnomo

Terlepas dari hal-hal yang kami lalui sepanjang perjalanan desain hingga terbangunnya masjid ini, kami juga menaruh harapan, do’a dan cita-cita terhadap masjid ini. Kami dedikasikan masjid ini sebagai persembahan kami dan pengamalan ilmu kami untuk masyarakat. Seperti tulisan ini yang mungkin akan selalu menjadi sebuah evaluasi bagi diri kami khususnya. Jikalau apa yang ada saat ini memang jauh dari kesempurnaan, maka biarlah Allah Yang Maha Sempurna yang menyempurnakannya. Sejengkal langkah vertikal.

Fajar Ikhwan Harnomo & Johan Baskara (Juara 1 Sayembara Desain Masjid ITB Jatinangor – 2012)

Publikasi Lainnya: http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/daerah/15/01/22/nikaqq-masjid-aljabbar-itb-seimbangkan-spiritual-dan-intelektual#comments-list

Advertisements

About fajarikhwan

I was born in Bandung. Graduated from Department of Architecture, National Institute of Technology (Itenas), Bandung in 2010. Began the career at architecture office in Bandung. Now, I'm working at GFAB architects in Denpasar, Bali, Indonesia. I also had an interest in photography and graphic designs much.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: