Perbatasan Rasio = Memilih Perspektif

Masih terheran-heran dengan manusia-manusia serakah yang berbicara manis seolah mereka yang paling bijak. Setidaknya, andaikata rasionanlisme mereka tergenggam rapih dalam benak mereka, mereka rasanya tidak perlu sampai menyalahkan sejarah ataupun hasil riset yang sudah menjadi titik baku dalam penggunannya.

Jengah melihat apa yang mereka susupkan, bak doktrin hitam yang siap menggempur pertahanan mental bagi yang lemah. Mengatakan hal-hal yang selama ini dijadikan standar sebagai acuan penting dianggap tidak relevan, gila!

Saya rasa mereka hanya bicara omong kosong saja, tanpa ada dasar pemikiran yang benar. Biasa, virus ingin dipandang hebat sudah menjadi hal yang sering dilihat setiap saat.

Bagi yang awam mungkin mereka dianggap sebagai orang hebat dalam sejarah hidup mereka. Namun, bagi yang cerdas dan berpikir kritis, apa yang mereka bicarakan tak lebih dari sekedar ini…

Lihatlah arsitektur itu dengan bijaksana, bukan dengan kacamata rupiah saja. Maaf, idealisme ini terlalu mahal untuk digadaikan dengan sebuah materi duniawi yang tidak sebanding dengan kebenaran.

Terima kasih.

Advertisements

About fajarikhwan

I was born in Bandung. Graduated from Department of Architecture, National Institute of Technology (Itenas), Bandung in 2010. Began the career at architecture office in Bandung. Now, I'm working at GFAB architects in Denpasar, Bali, Indonesia. I also had an interest in photography and graphic designs much.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: