Seolah Tanpa Batas

“Bukankah terlalu banyak membual itu menyebabkan otak enggan mencatat seketika?

Lantas untuk apa banyak mengeluarkan syair semu? Syair yang keluar tanpa arti dari hati yang justru keluar dari bibir kaku yang dibantu oleh lidah tajam bak menyayat bebas?

Berapa banyak sisi ruang manusiawi yang engkau usik dengan kemampuan verbalmu itu? Orang tak peduli dengan megahnya itu, tapi mereka merasakan dengan rasio yang baik akan perilakumu.

Tak sadarkah engkau beserta keangkuhanmu telah melenyapkan sebagian sejarah ini? Pernahkah berpikir bahwa engkau mungkin tak jauh berbeda dengan mereka yang tidak mampu berpikir secara terintegrasi?

Kita bukan memori bisu yang mampu dibodohi dengan bentuk persuasif menipu.

Kebanggaan kami bukan terletak pada kemampuan mencerna secara visual saja, rasa adalah yang terpenting dan… Untuk itulah kami belajar mencari jalan lain yang lebih baik.

Lupakan materi sejenak, ayolah…

Pikirkan secara bijak, apakah yang telah engkau lakukan itu patut untuk diceritakan atau dibanggakan?”

Kota yang sedang berjuang, bernafas, dan bertahan hidup dalam identitas dan idealisme.

Advertisements

About fajarikhwan

I was born in Bandung. Graduated from Department of Architecture, National Institute of Technology (Itenas), Bandung in 2010. Began the career at architecture office in Bandung. Now, I'm working at GFAB architects in Denpasar, Bali, Indonesia. I also had an interest in photography and graphic designs much.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: